BOJONEGORO - Sebanyak 5.000 warga nahdliyin diminta jangan bingung dalam menentukan sikapnya menghadapi pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur (Jatim) yang akan digelar dalam beberapa waktu mendatang.
"Kami minta warga NU tidak usah bingung dan membingungi. Soal pilihan, terserah sampeyan sendiri-sendiri," imbau Ketua Rois Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Ahyar dalam acara Istigotsah Kubro di kompleks Masjid Babus Shofa Jalan Gajah Mada, Bojonegoro, Sabtu (21/6/2008).
Dia juga menuturkan, keutuhan NU lebih penting dibandingkan dengan urusan politik seperti pilgub. Sehingga, ia berpesan jangan sampai warga nahdliyin terpecah belah hanya gara-gara perbedaan pilihan dalam ajang pilgub.
"Lebih parah lagi, kalau calonnya kalah, juga warganya pecah," terangnya.
Menurut Ketua Panitia KH Abdullah Maun yang juga Ketua PC NU Lamongan, selain istigotsah, acara tersebut juga digunakan deklarasi kerjasama 3 PCNU, Bojonegoro, Lamongan dan Tuban (Bolaban). Tujuannya, agar tiga cabang NU di eks karisidenan Bojonegoro itu bisa saling kerjasama meningkatkan potensi warga NU.
Sebelumnya, tiga PC NU tersebut sudah memastikan sikapnya netral dalam Pilgub Jatim. Sehingga menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing individu warga nahdliyin. Maka itu, dalam istighosah tersebut, penyelenggara tidak mengundang satupun calon gubernur atau wakil gubernur dari kalangan NU.
"Karena istighosah ini untuk doa bersama," terang KH Abdullah Maun.
Jawa Timur
Warga NU Jangan Bingung Sikapi Pilgub
Minggu, 22 Juni 2008 - 00:26 wib
Berita Lain
Berita Lainnya
-
Kamis, 08/01/2009 18:01
Ketua PBNU Ajak Warga Madura Pilih Kaji
-
Kamis, 08/01/2009 18:01
Panwas: Laporan Kaji Kedaluwarsa
-
Selasa, 06/01/2009 09:01
Kaji Lapor Pelanggaran Pencoblosan ke KPU dan MK Hari ini
-
Senin, 05/01/2009 20:01
Ini Dia Kontrak Program yang Jadi Masalah
-
Senin, 05/01/2009 17:01
Kaji Anggap Panwas Lamban Proses Kecurangan Pilgub Jatim

